Berikut ini cara agar kuliah tidak membosankan

Berikut ini cara agar kuliah tidak membosankan

Berikut ini cara agar kuliah tidak membosankan

Wakil Rektor Australian National University (ANU), Brian Schmidt memperkirakan bahwa jumpah perkuliahan akan berkurang dan tidak sekadar menjadi solusi memperbaiki pengjaran online yang kurang optimal selama pandemi

Banyak pihak telah mendiskusikan bagaimana perkuliahan yang ideal, termasuk wakil rektor University of Technology Sydney dan ditektur National Center for Student Equity in Higer Education di Australia Barat, banyak gagasan yang dikemukakan mulai dari kembali mengadopsi sistem kuliah seperti biasa hingga menghapuskan kuliah sepenuhnya.

Ketergantungan pada teknologi yang mendadak muncul karena COVID ini telah menguatkan seruan untuk mengakhiri tradisi perkuliahan. Dari berbagai wacana yang beredar, kuliah akan digantikan dengan berbagai sistem teknologi yang canggih.

Dua asumsi yang mendasari aspirasi yang ada, yaitu bahwa kuliah adalah sarana pengajaran yang buruk, dan penggunaan teknologi akan memperbaiki pembelajaran

Keluhan paling umum menyebutkan bahwa kuliah adalah sistem yang seolah menceramahi dengan pembelajaran yang pasif dan membosankan. Kritik ini sering disertai dengan argumen bahwa rentang perhatian siswa di kelas hanya sebatas 10-18 menit saja.

Kita semua pernah merasakan betapa susahnya fokus dan tetap terjaga saat diceramahi dosen di depan kelas. Namun terkadang kita merasakan beberapa sesi perkuliahan yang sangat mengasyikkan.

Kuliah yang berdurasi panjang dapat berdampak besar bagi seseorang. Seseorang harus memahami faktor yang membuat suatu kuliah menjadi berkualitas lalu berkomitmen untuk terus memperbaikinya.

Penggunaan alat peraga fisik, multimedia, dan sumber daya lainnya untuk mendorong batas-batas perkuliahan yang selama ini membosankan dan cenderung satu arah sehingga menghasilkan suatu sesi kuliah yang dinamis dan senantiasa melibatkan audiens sehingga mampu memikat dan mempertahankan atensi mereka.

Memberikan kuliah dengan kualitas seperti itu memerlukan lebih dari sekadar pengalaman. Yang harus dilakukan adalah mengevaluasi praktik mengajar kita, merefleksikan kembali kualitas dan tujuan pemaparan di kelas kemudian berkomitmen untuk mengembangkan kuliah tersebut maupun kemampuan komunikasi diri kita sendiri.

Teknik yang diajarkan oleh profesor Eric Mazur yaitu mengintegrasikan instruksi antar mahasiswa ke daam kuliah hingga menggunakan platform kolaboratif yang canggih untuk memastikan persipan mahasiswa sebelum kuliah.

Metode Pausch dan Mazur dapat ditransfer ke ruang online, sekalipun kita tidak menyebutnya lagi sebagai perkuliahan. Beragam bentuk pengajaran ini membuat kita sadar bahwa teknologi dapat benar-benar membantu kuliah alih-alih sekadar menggantikannya.

Teknologi dapat mempermudah berbagai praktik, seperti penggunaan fitur polling, break-out room, serta timer. Teknologi bahkan dapat membuka ruang untuk berbagai kemungkinan dan paradigma baru dalam pengajaran. Namun tentu tidak ada jaminan pasti.

Banyak kesalapahaman yang umum terjadi mengenai teknologi, salah satunya adalah kesalahpahaman bahwa menggunakan teknologi otomatis sama dengan meningkatkan kualitas pengajaran. Teknologi tidak membawa nilai pedagogis. Penggunaan teknologi harus berangkat dari komitmen kuat untuk membenahi pengajaran maupun pengajar itu sendiri.

Meski teknologi dapat mendorong transformasi besar, namun tidak semestinya jadi syarat mutlak untuk memperbaiki cara mengajar. Entah seseorang merupakan pengajar berteknologi tinggi atau pun rendah, ia tetap dapat memberikan kuliah yang baik atau menemukan alternatif lain yang efektif jika memprioritaskan teknik mengajar di atas teknologi.

Kita perlu menolak anggapan bahwa sistem perkuliahan adalah malapetaka bagi mahasiswa, dan juru selamatnya adalah teknologi. Mari kita menggali lebih dalam dan mengkritisi bagaimana cara meningkatkan praktik pengajaran, serta menerapkan metode mengajar yang baik untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan berdampak besar bagi mahasiswa.

📸: Ruangguru

#MALAMSENIN

#HIMALAUSU

#MADINGONLINE

Share post:

  • /

Leave a Reply

%d bloggers like this: