Perdebatan antara dunia hiburan dengan kamu muda muslim di Indonesia, Bagaimana bisa?

Perdebatan antara dunia hiburan dengan kamu muda muslim di Indonesia, Bagaimana bisa?

Perdebatan antara dunia hiburan dengan kamu muda muslim di Indonesia, Bagaimana bisa?

Akibat dampak globalisasi dan demokrasi era reformasi Indonesia membuka kebebasan dalam berekspresi. Keragaman sosial dan keagamaan di kalangan masyarakat menjadi lebih beraneka ragam dan menonjol. Hal tersebut dapat berupa kehadiran organisasi di tengah masyarakat seperti Front Pembela Islam (FPI) hingga menguatnya arus konservatisme dan gerakan hijrah anak muda muslim di Indonesia.

Disisi lain, kecenderungan anak muda muslim dalam menegosiasi antara aspek kesenangan dan keagamaan. Akhir-akhir ini media sosial menjadi ramai oleh pertikaian antara seorang warganet dengan NCTzen (kelompok penggemar grup K-Pop, NCT Dream) yang menjadi viral di platform twiter. Banyak pula wanita muslim yang menyukai grup K-Pop seperti BTS (army), Blackpink (blink) yang kerap menunjukannya di media sosial.

Misbah menggunakan gagasan dari sosiolog Mark Blythe, Marc Hassenzahl, hingga Ben Fincham untuk memetakan kesenangan anak muda Salafi di ruang sosial. Ia menampik narasi dominan yang selama ini menganggap anak muda Salafi menentang kesenangan yang pada kenyataannya tidak. Sebagai manusia biasa mereka juga pelaku utama kesenangan. Generasi sekarang ini tidak lepas dari pengaruh pergulatan budaya populer di masyarakat, iklim sosial-politik, dan pola konsumsi keagamaan di Indonesia.

 

Pengamat dampak teknologi, Don Tapscott, menyajikan beberapa perbedaan sikap antara generasi Baby Boomer (lahir sekitar 1946-1964) dengan generasi muda yang lahir seputar bangkitnya internet (Milenial dan Generasi Z). Di antaranya aspek kebebasan, kustomisasi, integritas, kolaborasi, hiburan, kecepatan, dan inovasi.Generasi muda masa kini menunjukkan perbedaan sikap dalam aspek kustomisasi dan penikmat hiburan.Artinya, identitas yang ditunjukkan yaitu personal namun bercampur. Hal ini merupakan hasil dari ‘negosiasi’ atau perpaduan berbagai budaya pasca globaliContoh kecilnya adalah munculnya muslimah yang berpakaian tertutup, bahkan bercadar, taat secara religius dan tergabung ke kelompok hijrah, namun pada saat yang sama, mereka doyan menikmati drama Korea yang penuh adegan romantis dan bahkan menjadi penggemar K-Pop. Beberapa motif yang melatari ukhti penggemar K-Pop mengaku dirinya sebagai K-popers. Dua di antaranya adalah hiburan dan keteladanan.

Yang pertama, hiburan, meliputi unsur moodbooster (membuat suasana hati senang) dari segi produk musiknya, sampai ‘penyegaran visual’ dalam bentuk ketampanan para personel boyband.

Yang kedua, keteladanan, meliputi aspek kegiatan sosial yang dilakukan dan diperlihatkan oleh para idolanya. Sangat tampak dan dominan dalam proses negosiasi unik antara kesalehan dan kesenangannya.

Kajian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap penggemar BTS (Army) di Yogyakarta, menggambarkan bahwa pada kondisi tertentu, para penggemar K-Pop juga dapat beralih dari hura-hura seremonial menuju aktualisasi diri.

Sebagai suatu komunitas berbasis fandom (dunia penggemar), mereka dapat menjadikannya sebagai ruang temu untuk memperkaya koneksi, pengetahuan dan pertukaran gaya hidup sampai bahkan produk ekonomi, seni, dan kegiatan filantropis.

Sebagai suatu wadah, komunitas penggemar K-Pop telah bertransformasi menjadi sejenis ‘fiksi’ (kalau meminjam istilah sejarawan Yuval Harari) atau ‘realitas intersubjektif baru’. Ia telah berfungsi sebagai sebuah realitas yang diakui ada, mampu menghubungkan banyak individu, dan membentuk ikatan – bahkan hingga para ukhti yang religius. Realitas ini lalu dihayati, dinikmati, dan memfasilitasi diskursus antaranggota dengan gaya yang unik.

Psikologi fandom, dengan demikian, secara positif dapat berfungsi sebagai perekat sosial, ajang aktualisasi diri, pemantik kesadaran sosial dan kepedulian kolektif. Negosiasi antara kesalehan dan kesenangan ini patut untuk terus kita amati.

📸: CNN INDONESIA

#MALAMSENIN

#HIMALAUSU

#MADINGONLINEsasi.

Share post:

  • /

Leave a Reply

%d bloggers like this: